10 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya
setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah
makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi
budaya kuliner khas kota Jakarta
1. Kerak Telor.
Penampilan dari Kerak telor sederhana saja.
Di atas kertas pembungkus makanan (yang biasaya berwarna coklat dan tahan air
itu; biasa dipakai oleh rumah makan padang untuk membungkus makanannya), Kerak
telor digulung layaknya gulungan Kebab (yang merupakan makanan dari Timur
Tengah) sehingga kita mudah membawanya pergi. Setelah gulungan dibuka maka akan
tampak kerak telor yang dimaksud. Yaitu nasi yang dicampur dengan bumbu-bumbu
dan telor (ada dua pilihan, mau telur ayam atau telur bebek. Telur bebek is the
best), setelah itu dimasak di atas kuali kecil di atas bara hingga menjadi
kerak.
Cara memasaknya amat unik. Karena kuali tersebut bukan Cuma
dipanggang di atas tungku arang dimana bagian pantat panci di bagian
bawahnya
saja tapi bagian atas panci (dimana kerak telur berada) juga akan
dibalik
hingga bagian pantat panci menghadap ke atas dan makanannya menghadap ke
bara.
Unik kan (info gak penting: saya pernah mempraktekkannya dan ternyata
kerak
telor saya jatuh menimpa kompor.. hahaha. Jadi kalo gak jago-jago amat
masaknya, mending beli sepertinya ketimbang bikin sendiri. Sekalian
melestarikan budaya kerak telor juga).
2. Kue Rangi.
Ini juga makanan asli Betawi. Terbuat dari
tepung beras (beras putih yang ditumbuk halus. Konon, jika memakai tepung beras
yang sudah jadi hasilnya malah kurang enak) lalu adonan tepung beras tersebut
dipanggang di atas cetakan berbentuk setengah lingkaran di atas api kecil.
Setelah matang, kue diangkat dan dimakan dengan lelehan air gula merah yang
berwarna coklat dan pekat.
Rasanya gurih dan manis.
3. Asinan Betawi.
Apa bedanya asinan betawi dengan asinan
bogor? Saya pernah menanyakan ini pada penjual asinan betawi. Jawaban mereka:
asinan betawi yang jual orang betawi sedangkan asinan bogor yang jual orang
bogor. Hahahaha... what a silly answer?
Oke. Dari hasil gugling, ternyata asinan betawi itu
personilnya adalah sayur-sayuran yang diasinkan (kol, sawi, wortel) lalu diberi
bumbu kacang (saus kacang yang juga diberi cuka dan rasanya sedikit asin gurih
manis), lalu ditaburi kerupuk kuning. Sedangkan asinan bogor hanya terdiri dari
buah-buahan saja, yang diasinkan dan disuguhkan bersama dengan kuah tempat
buah-buahan tersebut diasinkan.
Lalu, kenapa di Bogor juga dijual asinan yang mirip asinan
Betawi hingga sulit dibedakan itu asinan bogor atau asinan betawi? Karena,
orang betawi sudah banyak yang tersingkir dari kota Jakarta dan mereka
bermigrasi ke daerah pinggiran Jakarta, terbanyak tinggal di daerah Bogor dan
sekitarnya. Nah, otomatis mereka membawa serta budaya mereka, termasuk makanan
khas mereka. Jadilah tertukar-tukar dan menyerupai wisata kulinernya.
4. Kue talam.
Kue ini terbuat dari tepung beras ketan yang
dimasak dengan santai dan gula lalu dikukus. Setelah jadi rada-rada lengket
memang tapi enak banget.
Nah, saya akan memberi tips cara memotong kue tersebut:
yaitu dengan cara: bungkus pisau kita dengan plastik. Lalu potong deh kuenya.
Dijamin deh insya Allah pisau tidak ikut lengket dan kuenya juga lebih mudah
dipotongnya.
Sekarang, karena sudah banyak terdapat cetakan kue yang bisa dikukus
maka pembuatan kue talam bisa dibuat sesuai dengan bentuk-bentuk cetakan
kue yang mungil-mungil. Jadi tidak perlu repot memotongnya lagi.
5. Gado-gado.
"Vegetarian food from Indonesia",
itulah nama yang terkenal dari gado-gado di luar negeri. Gado-gado, dimana
semua personil di dalam makanan tersebut tidak ada unsur hewaninya, memang
terkenal dikalangan pecinta kuliner Vegetarian di luar negeri. Pembuatannya
yang sederhana juga semakin membuat makanan ini diakui sebagai "mixed
vegetables from indonesia". Itu sebabnya, satu-satunya makanan yang selalu
ada di buku kuliner manca negara ya Gado-gado ini. Baik mereka yang vegetarian
maupun non vegetarian suka dengan makanan ini.
6. Soto Betawi.
Soto Betawi ini sejarahnya adalah makanan
yang disuguhkan untuk menyenangkan hati para Meneer Belanda di jaman penjajahan
belanda dulu. Mereka ingin memakan kuliner sejenis gulai tapi tidak mau sesuatu
yang pedas dan terlalu berbumbu (too spicy). Akhirnya, dibuatlah soto Betawi
ini, bumbunya tidak pedas tapi gurih. Personil makanan ini hanya terdiri dari
daging (bisa ayam, bisa sapi), kentang, dan daun bawang. Keistimewaannya
adalah: kuahnya aslinya bukan dari santan seperti yang sekarang beredar, tapi
dari susu sapi murni. Hanya saja dalam perkembangannya, susu sapi ini (mungkin
karena mahal) diganti dengan santan dari kelapa.
Info gak penting dariku: saya sendiri mengganti santan
dengan susu kedelai; atas pertimbangan untuk mencegah kolesterol.
7. Kue Cente Manis.
Kue yang dikukus dengan bahan yang
terbuat dari tepung hunkwe, santan, gula, dan bulir cente manis alias sagu mutiara yang sudah matang. Mereka
dibungkus dalam bungkus plastik lalu dikukus
8. Kue kembang goyang.
Lihat deh bentuknya, mirip kembang
goyang kan? Itu sebabnya kue ini disebut kue kembang goyang.
9. Getuk Lindri.
Ini jenis makanan yang terbuat dari
singkong yang diparut halus, dikukus setelah dicampur dengan gula, lalu
dipotong-potong dengan pisau bergalur khusus. Disajikan dengan parutan
kelapa
yang sudah dikukus dan diberi garam. Getuk Lindri juga bisa ditemukan di
beberapa daerah di Jawa. Bisa jadi, ini bukan asli Betawi tapi budaya
kuliner Jawa yang dibawa oleh para migran ke BEtawi tempo dulu.
Entahlah.
10. Roti Gambang.
Hayooo... sudah pernah dengar makanan ini
belum? Ini makanan yang nyaris punah sebenarnya. Waktu saya kecil banyak dijual
orang tapi sejak banyak orang betawi yang migrasi ke luar kota Jakarta, sudah
jarang saya lihat warung-warung menjual makanan ini.
Roti gambang sebenarnya sejenis dengan kue bolu, hanya saja bedanya dia tidak memakai
gula putih tapi memakai gula merah sebagai pemanis makanannya. Jadilah akhirnya
warnannya coklat seperti gula merah.
sumber: http://www.adeanita.com/2013/04/30-jenis-aneka-makanan-dan-minuman-khas.html
